Pagi Chaos, Siang WFC: Pengalamanku di Couvee Solo
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hari ini aku mungkin mengawali hari dengan kurang baik.
Aku bangun kesiangan.
Entah kenapa aku bisa tidur selama itu tanpa kepikiran harus kerja hari ini. Begitu bangun, aku langsung buru-buru nyalain laptop, buka semua aplikasi kerja, sambil mikir:
“Hari ini kerjaannya banyak nggak ya?”
Setelah dicek, ternyata kerjaannya nggak terlalu banyak, tapi juga nggak bisa dibilang santai.
Karena start yang sudah telat, aku pilih ngerjain yang paling ringan dulu. Setelah itu baru mandi dan sarapan.
Dan tanpa terasa… waktu sudah jam 10 pagi.
Padahal kerjaan baru mulai sedikit, belum nyuci, bahkan belum bikin kopi.
Pagi ini rasanya agak chaos.
Akhirnya muncul satu ide sederhana di kepalaku:
“Oke, mending WFC aja biar bisa lebih fokus sekalian dapat caffeine boost.”
Kenapa Aku Pilih WFC Hari Ini?
Sebenarnya tanpa WFC pun kerjaan hari ini masih bisa selesai.
Tapi aku kepikiran, kalau hari ini bisa selesai semua saat WFC, mungkin aku bisa nyicil kerjaan besok juga.
Lumayan… biar besok bisa santai dan malamnya bisa lanjut nonton episode terbaru The Boys.
Akhirnya tanpa banyak mikir, aku langsung memutuskan untuk keluar.
Kenapa Pilih Couvee Solo?
Kali ini aku memilih Couvee Solo sebagai tujuan WFC.
Ini adalah kunjungan keduaku ke sini, dan dari pengalaman sebelumnya, tempat ini memang terkenal nyaman buat kerja.
Couvee sendiri sudah punya banyak cabang di Jogja, dan untuk Solo saat ini baru ada satu.
Menariknya, aku baru tahu kalau coffee shop ini sudah berdiri cukup lama, sekitar 9 tahun.
Nggak heran kalau konsep dan kenyamanannya sudah terasa “matang”.
Suasana Waktu Aku Datang
Aku berangkat sekitar jam 1 siang dan sampai di lokasi kurang lebih 20 menit kemudian.
Sepanjang jalan, aku sudah punya firasat…
Tempat ini bakal penuh.
Dan ternyata benar.
Baru masuk area parkir saja sudah terasa sesak sampai aku harus parkir di bangunan sebelah.
Begitu masuk ke dalam…
Boom.
Penuh.
Ruangan indoor, baik yang non-smoking maupun smoking, semuanya terisi. Satu-satunya yang tersisa hanya area outdoor yang masih kena panas siang.
Akhirnya aku duduk di area outdoor belakang, sambil berharap ada tempat kosong di dalam.
Yang penting bisa buka laptop dulu.
Nyaman Nggak Buat WFC?
Walaupun awalnya sempat “terjebak” di outdoor, secara keseluruhan Couvee memang layak disebut nyaman untuk WFC.
Fasilitasnya lengkap:
- WiFi lancar
- colokan listrik tersedia
- meja dan kursi mendukung untuk kerja
Begitu akhirnya aku dapat tempat di indoor, suasananya langsung terasa beda.
Kalau aku harus menggambarkan, Couvee ini terasa seperti perpustakaan versi coffee shop.
Tenang, kondusif, dan mendukung banget buat fokus.
Hal kecil yang menurutku berpengaruh:
- pencahayaan natural white yang nyaman di mata
- playlist lagu yang easy listening
- volume musik yang pas, nggak ganggu
Aku bahkan nggak merasa perlu pakai headset di sini.
Tapi Ada Minusnya Juga
Masalah utama di sini cuma satu: terlalu ramai di jam kerja.
Terutama setelah jam 12 siang.
Kalau datang di jam segitu, kemungkinan besar bakal kesulitan dapat tempat ideal.
Dan karena tempatnya penuh, pilihan spot jadi terbatas.
Waktu itu aku sempat dapat meja yang sebenarnya bukan untuk kerja, lebih cocok untuk ngobrol santai.
Akhirnya aku pakai juga buat laptop… dan hasilnya langsung terasa nggak nyaman.
Belum selesai di situ, baterai laptopku mulai menipis.
Dan parahnya, di tempat itu nggak ada colokan.
Aku sempat coba cari colokan di spot lain, tapi semuanya sudah terpakai.
Benar-benar momen yang cukup apes.
Untungnya, nggak lama kemudian ada satu spot kosong di area yang lebih proper untuk kerja.
Aku langsung pindah dan akhirnya bisa charge laptop.
Dari situ baru terasa… ini baru WFC yang ideal.
Apa yang Aku Pesan?
Seperti biasa, aku pesan menu favoritku di Couvee: Java.
Ini adalah kopi susu dengan double shot espresso yang menurutku punya rasa yang balance.
Pahit kopinya terasa, tapi masih ada creamy dari susu, dan manisnya juga nggak berlebihan.
Aku sudah beberapa kali pesan ini, dan rasanya selalu konsisten.
Jadi tanpa sadar, tiap ke sini aku pasti pesan ini lagi.
Dengan harga sekitar Rp23.000, menurutku ini termasuk terjangkau.
Bahkan bisa dibilang sedikit di bawah rata-rata harga kopi susu di Solo.
Dan yang paling penting, kopi ini cukup “nendang” buat nemenin WFC.
Bikin tetap fokus, tapi tetap nyaman diminum pelan-pelan.
Kalau dipadukan dengan makanan gurih seperti croissant, sepertinya bakal lebih pas lagi. Tapi hari ini aku skip makanan karena masih kenyang.
Jadi… Worth It Nggak?
Jawabannya: worth it, dengan catatan.
Kalau kamu bisa datang lebih awal dan dapat spot yang proper untuk kerja, tempat ini benar-benar enak buat WFC.
Nyaman, tenang, dan fasilitasnya mendukung.
Tapi kalau datang di jam sibuk, kamu harus siap:
- tempat penuh
- pilihan duduk terbatas
- dan mungkin harus sedikit “berjuang” di awal
Kalau aku pribadi, aku tetap bakal balik ke sini.
Tapi dengan strategi yang lebih jelas: datang lebih pagi.
Kalau kamu lagi cari tempat buat WFC yang serius, fokus, dan bisa duduk lama, Couvee Solo tetap jadi salah satu pilihan yang layak dicoba.
Asal tahu timing yang tepat.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya




Komentar
Posting Komentar